Rinjani Is The Best Teacher


Saya ingin kembali bercerita sekaligus berkisah tentang Kenikmatan Mendaki ke Gunung Rinjani.

Rinjani sebuah Gunung yang terletak di tengah Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat, berapa jaraknya dari Rumah saya ? saya pun tak tau persis, pokoknya ini Gunung punya saya hehe…

Hari itu Hari yang cukup Cerah, Langit di Sembalun Pagi itu masih tertutup Awan (Kabut), Pasar tempat kami beristirahat sejak semalam masih sepi, disamping karena masih musim panas (kemarau) suasana dingin masih Menggigil dipagi itu. Kami berdelapan akhirnya setelah sarapan pagi dan menikmati Kopi memutuskan untuk berangkat menuju gerbang masuk Rinjani yakni Pintu Masuk Kandang Sapi (sebutan sekarang bawak Nao).

Pagi itu sekitar Jam 08.30 kamipun mulai berjalan menelusuri Pos 1 2 3 dan 4. Jadi jarak setiap pos ini kurang lebih 3 kilo, perjalanan yang cukup memuaskan. Melewati setiap Pos merupakan perjalanan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata hanya bisa dijelaskan dengan mencoba berjalan sejauh itu dan pastikan bagaimana sensasinya hehe… 😊

Kandang sapi pun kami lalui, disepanjang perjalanan melewati pos pengalaman menakjubkan kembali terulang sebagaimana pengalaman saya waktu summit pada Tahun 2017. Pengalaman yang menakjubkan itu adalah sebagai berikut :

1.     Bisa berkenalan dengan Tuorism dari berbagai negara walaupun modalnya Cuma How are u dan Whats Your Name serta darimana anda hehe..

2.     Bisa berpoto ria dengan tourism

3.     Jadi kalau dibayangan saya waktu kecil dulu bisa  mengunjungi setiap negara atau jalan jalan ke luar negeri itu adalah cita cita, namun hari ini cita cita itu terbayar karena saya bisa berjumpa dan berkenalan dengan orang luar negri melalui satu Pintu yakni Pintu Rinjani. Wow its amazing broo 😊



4.     Ini neh deretan Negera asal tourism (Tamu Spesial) mancanegara yang sempat saya salami serta berkenalan :

Tuu kan jadi bisa update kemampuan Bahasa inggris juga  lewat Rinjani.

5.     Si Jagoan kalo Jalan kaki sejauh 10 Kilo melewati medan Jalan Raya kuat nggak yaa ? Nah kalo yang ini nih bahkan lebih dari 10 kilometer melewati Medan naik dan Terjal tentunya merupakan area olahraga yang cukup menakjubkan.

6.     Terus kalo kalian pernah Jalan kaki 10 Kilometer menghabiskan berapa botol air ya ??

Nah kalo yang ini cukup dengan 2 botol air minum diharuskan harus bisa melewati setiap pos dan harus sampai kepuncak Pelawangan, hehe… ekstrim  dan sangat menakjubkan !!!

Nah itu dulu ya beberapa bait pengalaman yang tercatat.

Pesan singkat Potter kepada saya melalui angin yang tak tersampaikan dengan lisan apalagi tulisan, jadi maksud saya walaupun potter dan guide itu tak menjelaskan kepada saya tentang profesinya cukup hanya melihatnya saja, saya bisa menyimpulkan beberapa hal :

1.       Potter itu menunjukkan cara bekerja keras

2.       Potter pantang menyerah

3.       Potter pahlawan bangsa

4.       Dari potter menunjukkan rinjani sudah menciptakan lapangan pekerjaan yang menetap untuk penduduk rinjani.

5.       Potter bekerja keras untuk menghidupi keluarga

6.       Potter penunjuk jalan dan pelayan bagi tamunya

Bidang Pekerjaan dan sendi kehidupan pun berjalan sesuai dengan janji Guide terhadap tamunya dan Janji tamu kepada dirinya tentang Keindahan Rinjani yang luarbiasa mengagumkan hehe.. 😊

Cerita berlanjut…. >>>

 

Kami berdelapan (8) akhirnya tiba di Puncak Pelawangan sekitar jam 20.00 bahkan lebih, setelah melewati terjal nya Jurang Penyesalan, ( Kembali jauh melanjutkan pun jauh) hehe..

3 ratus meter sebelum sampai di puncak pelawangan kamipun tak kuat menahan dahaga dan lapar, akhirnya kami memutuskan untuk menyajikan makanan di pundak jurang penyesalan pada malam hari sebelum sampai dipuncak pelawangan. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan ke puncak Pelawangan.

Sesampai di Pelawangan, badan kami tak kuat menahan dingin dan segera mendirikan Tenda dan membuat kopi untuk menghangatkan badan.  Karena niatnya ingin Muncak (summit) kamipun segera beristirahat segera.  Malampun  terlewati dengan belaian angina dan dingin yang menggigil 😊

Jam menunjukkan pukul 2 malam hari, saya yang duluan kebangun mencoba mengkonfirmasi mereka yang 7 orang yang ini summit, namun setelah melihat sikon dari kesiapan mereka kami memutuskan untuk tidak berjalan ke puncak. Selimutpun kembali menemani malam indah mereka di Puncak Pelawangan sampai menunggu pagi.

Api unggun menyala sebelum subuh tiba, Kopi tak lupa menemani kami, dan Suasan semakin eksotis.

Saat subuh tiba pagi menjelang kami memutuskan untuk turun ke Segare Anak pagi itu.

Pemandangan dan bisikan kemegahan Rinjani pun kami dapatkan kembali disepanjang perjalanan menujut Segara Anak.

Segare anak tak pernah bohong tentang Janji bisunya kepada setiap yang memandangnya bahwa kami akan segera sampai ( sudah dekat kok tinggal 15 menit), Nyatanya masih jauh pula 😊

Ah kami tertipu ternyata masih jauh, kamipun kelaparang dan mulai mengerahkan makanan setelah melewati turunan terjalan dari Pelawangan.




Singkat cerita akhirnya kami sampai di Segara Anak sekitar Pukul 12 siang dan mengisi hari disana sampai setengah hari. Setelah makan siang dan bergiliran mandi, kami memutuskan untuk membuat Tenda di halaman Pemandian air Panas Cikar Rarat dan Goa Payung. Malam itu semakin Eksotis, setelah mendirikan tenda dan menyantap makan malam kami mulai beristirahat dan menikmati malam dingin serba hangatnya air pemandian.

 

Cerita Berlanjut besok pagi. 😊

 

Komentar

Postingan Populer