Para Sahabat di Sekitar Kita

 SIMAK MOTIVAIS INI (*AS Laksana)




KADANG saya memiliki rasa ingin tahu yang tak tertahankan terhadap hal-hal tidak lazim yang dilakukan orang lain, dan ingin menikmati apa perasaan yang muncul dengan melakukan tindakan itu.

Bertahun-tahun lalu, di usia remaja, saya membaca novel N.H. Dini Sebuah Lorong di Kotaku, cerita dengan setting Kampung Sekayu, Semarang. Di kampung itu ayah saya menghabiskan masa kanak-kanaknya. Sesekali saya mendengar nenek dan ayah saya mengenang pengalaman-pengalaman mereka semasa tinggal di kampung itu.

Maka, pada saat membaca novel N.H. Dini, saya merasa dekat dengan apa yang ia ceritakan. Saya berkhayal bahwa mungkin ayah saya pernah bermain dengan anak perempuan yang bertahun-tahun kemudian menjadi penulis terkenal.

Saat ini saya sudah lupa pada hampir semua adegan dan karakter dalam novel otobiografis itu, kecuali satu karakter, yaitu si nenek dan kebiasaannya. Nenek itu setiap hari menyapa semua tanaman di pekarangan rumah dan bercakap-cakap dengan mereka, seolah-olah mereka cucu-cucu atau sahabat yang ia sayangi.

*

Saya terpukau pada karakter nenek di novel N.H. Dini itu dan terus menyimpan ingatan tentangnya. Beberapa tahun kemudian, ketika saya indekos di Jokja, saya membangun kebiasaan bercakap-cakap dengan tanaman, sebagaimana si nenek melakukannya. Saya indekos di rumah dengan bangunan lama di lingkungan kraton; rumahnya besar dan pekarangannya luas dan ibu kos suka bertanam bunga-bunga. Setiap hari saya menyapa bunga-bunga dan semua tanaman di pekarangan itu, menanyakan kabar mereka, membelai dedaunan, dan berbagi cerita dengan mereka.

Pada saat itu, saya merasa bisa memahami komunikasi mereka; saya merasa mampu membaca isyarat daun-daun; saya menjadi peka terhadap perubahan kecil saja yang terjadi pada helai-helai daun mereka. Kadang-kadang saya menanyakan pendapat mereka tentang keputusan-keputusan yang harus saya ambil. “Tolong beri tahu saya besok pagi apa pendapatmu, ya,” kata saya kepada tanaman cocor bebek.

Kali lain saya meminta pendapat bunga melati; kali lain lagi saya meminta pendapat kembang sepatu atau kumis kucing di pagar.

Saya merasa mereka selalu memberikan pendapat setiap kali saya meminta mereka berpendapat. Dan saya merasa memahami pendapat mereka.

Kebiasaan itu berhenti seketika pada saat saya berpindah ke Jakarta, bekerja sebagai wartawan, berkantor di lantai lima sebuah gedung dan lebih banyak menginap di kantor. Tidak ada lagi pekarangan luas dengan bunga-bunga, sementara pikiran saya hanya dipenuhi urusan pekerjaan. Saya jauh dari sahabat-sahabat saya.

Itu seperti cerita dengan sad ending: Kebiasaan baik yang saya bangun beberapa tahun lenyap begitu saja, begitu cepat.

*

Rumah tempat saya indekos di Jokja adalah keberuntungan tersendiri bagi saya. Pekarangannya yang luas dan situasinya yang tenang memungkinkan saya membangun kebiasaan yang barangkali sulit saya lakukan di rumah dengan pekarangan sempit di kampung yang padat. Di pekarangan sempit dan kampung padat, orang-orang yang lalu lalang di jalanan niscaya melihat saya bercakap-cakap dengan tanaman dan mendengar apa yang saya sampaikan kepada tanaman-tanaman itu, dan mereka mungkin akan menganggap saya mulai kurang waras.

Setidaknya, saya akan dianggap aneh. Jika anda berbeda dari orang-orang lain, anda akan dianggap aneh. Jika orang-orang lain tahu blueprint anda, tahu apa yang terus-menerus anda tanamkan di dalam benak anda, mereka mungkin akan menertawai anda dan menganggap anda tidak tahu diri. Mereka berharap anda seperti mereka saja, tidak usah aneh-aneh, tidak usah memelihara mimpi gila.

Novel Albert Camus Orang Asing menggambarkan secara bagus absurditas masyarakat. Jika anda tidak berbuat seperti yang diinginkan masyarakat, anda orang aneh, anda keliru karena anda aneh. Jika ekspresi anda berbeda dari ekspresi orang banyak, anda orang aneh. Jika tidak mengikuti cara berpikir orang banyak, anda orang aneh.

Masalahnya, kebanyakan orang menjadi seperti itu karena mereka mengembangkan cara berpikir orang kebanyakan, mengembangkan sikap mental orang kebanyakan, dan berperangai orang kebanyakan. Valentino Rossi tidak berbuat seperti orang kebanyakan. Saya senang melihat ia mencium motornya sebelum balapan, dengan khidmat seolah-olah ia mencium makhluk bernyawa, seolah-olah ia mencium kening sahabat karib. Ia juga mengajak motornya bercakap-cakap.

Tukang ojek tidak melakukan apa yang Valentino lakukan. Mereka tidak mencium motor mereka dan tidak mengajak motor mereka bercakap-cakap, meskipun motor itulah yang mendatangkan rezeki sehari-hari kepada mereka.

*

Anda tidak memerlukan restu masyarakat untuk menciptakan blueprint, untuk mempunyai mimpi, dan untuk membangun kebiasaan baik anda sendiri. Satu-satunya yang perlu anda mintai restu adalah diri anda sendiri. Orang pertama yang membaca kalimat yang saya sampaikan barusan kepada anda adalah saya sendiri. Saya juga hanya memerlukan restu dari diri sendiri: “Dear Sulak, saya menciptakan blueprint seperti ini, saya memiliki mimpi seperti ini, dan saya meminta restumu. Bantu saya untuk mempertahankan hal baik ini di dalam benak, dan bantu saya membangun kebiasaan baik di dalam keseharian.”

Blueprint memerlukan keberanian untuk menciptakannya dan kekerasan hati untuk mempertahankannya. Itu jelas. Menggambarkan diri sendiri sebagai pembaca besar, dalam situasi yang serba terbatas hari ini, tentu saja membutuhkan keberanian. Membangun mimpi menjadi orang tua teladan bagi anak-anak, dalam situasi anda kesulitan mengendalikan emosi dan mudah meledak, juga membutuhkan keberanian untuk melabrak keterbatasan diri hari ini. Memvisualkan diri sebagai penulis besar, jika anda punya dorongan serius dalam tulis-menulis dan kecakapan menulis anda sekarang di bawah nol, sangat membutuhkan keberanian.

Bagaimana dengan menciptakan blueprint menjadi orang kaya? Kaya adalah urusan yang ruwet bagi kebanyakan orang yang tidak kaya. Banyak dari kita mengasosiasikan uang dengan hal-hal negatif: Uang adalah iblis, uang adalah sumber kejahatan, keinginan memiliki banyak uang akan mengotori spiritualitas kita.

*

Dalam keyakinan semacam itu, orang melupakan kemungkinan tentang menjadi kaya dan sekaligus spiritual, menjadi kaya dan bermanfaat bagi banyak orang, atau menjadi kaya dan sekaligus respek terhadap kehidupan bersama.

Namun, dengan pikiran yang terlatih kreatif, terlatih menemukan alternatif, anda bisa mendapatkan banyak kemungkinan dari kalimat “Menjadi kaya dan sekaligus….”

Tidak mudah bagi mereka untuk menggambarkan diri sebagai orang kaya ketika bertahun-tahun, atau berpuluh tahun, selalu bergumul dengan situasi serba kekurangan. Orang harus memiliki keberanian ekstra untuk itu.

Situasi serba kekurangan memberi banyak pengalaman yang membantu mereka membangun sikap mental dan cara berpikir yang kompleks untuk mempertahankan situasi serba kekurangan itu. Mereka selalu dalam situasi darurat dan biasanya mereka akrab dengan jalan darurat. Mereka hanya berfokus pada upaya bertahan hidup, memikirkan hanya kebutuhan dasar untuk bertahan hidup, dan tidak pernah menyimpan pemikiran tentang apa saja yang perlu mereka lakukan untuk meningkatkan mutu kehidupan.

*

Bawah sadar anda, kekuatan besar yang bertahun-tahun anda biarkan telantar, bisa menyabot upaya anda menciptakkan blueprint. Bisa saja anda tiba-tiba mendapatkan bisikan dari diri sendiri: “Tidak akan berhasil kamu,” atau “Nggak usah mimpi muluk-muluk. Siapa kamu ini,” atau “Dari mana jalannya kamu akan menjadi seperti itu. Yang wajar sajalah.”

Saya banyak bicara tentang bawah sadar. Itu tak terhindarkan ketika kita bicara dengan perubahan pada diri sendiri. Setiap simptom, atau pemikiran-pemikiran simptomatik, atau kebiasaan-kebiasaan simptomatik, berlangsungnya selalu di level bawah sadar. Sekiranya anda sudah memiliki keberanian untuk menciptakan blueprint, anda juga harus memiliki keteguhan hati untuk melawan kekuatan “Jin Ifrit” yang telanjur bekerja untuk menangani kebiasaan-kebiasaan dan pola lama anda.

Anda harus memberinya perintah baru, dengan sabar dan terus-menerus, sesabar ibu melatih anak bayinya bicara, sesabar orang tua melatih remaja pembangkangnya untuk mau mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baru, tidak hanya keluyuran tak tentu tujuan setiap hari.

*

Satu hal lagi yang akan menjegal anda dari keberhasilan mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, ialah ketidaksabaran. Anda terburu-buru ingin berhasil. Anda melakukan sesuatu hari ini, anda berharap besok pagi atau lusa anda menjadi manusia baru. Anda belajar menulis hari ini, anda berharap bulan depan sudah menjadi penulis mumpuni.

Memahirkan diri adalah proses yang berjalan terus-menerus untuk tiba di tujuan akhir. Anda bisa berfokus pada target-target jangka pendek, melatih diri dalam aspek-aspek spesifik suatu bidang keterampilan, dan dengan itu anda bisa melakukan evaluasi setiap saat. Target-target kecil serupa dengan langkah demi langkah yang anda ayunkan untuk tiba di tempat tujuan.

Selama anda menikmati proses itu, saya yakin anda akan menemukan hal-hal yang menyenangkan sepanjang perjalanan. Anda sudah tahu tujuan anda. Anda sudah menciptakan blueprint. Selanjutnya? Anda hanya perlu menangani urusan anda saat ini sebaik-baiknya, apa pun urusan itu.

Anda menjadikan diri orang yang bisa dipercaya ketika anda membiasakan diri mengerjakan urusan di tangan anda sebaik-baiknya. Dan ada gelar mulia yang bisa anda dapatkan jika anda seperti itu: Orang yang bisa dipercaya.

Jika yang anda kerjakan adalah proyek pribadi, demi meningkatkan mutu diri sendiri atau memperbaiki kecakapan, dan anda mengerjakan urusan itu sebaik-baiknya, hasilnya bahkan lebih hebat lagi. Anda menjadi orang yang bisa dipercaya oleh diri sendiri.

Anda perlu menjadikan diri anda orang yang seperti itu. Bisa dipercaya oleh diri sendiri. Kebanyakan orang ingin mempercayai dirinya sendiri, tetapi tidak mampu.

Dengan menjadi orang yang bisa dipercaya, anda membangun integritas. Anda bisa memberi perhatian dan menunjukkan rasa sayang kepada rumah anda dan benda-benda apa saja di dalamnya. Anda menyadari kehadiran mereka penting bagi anda. Anda memberi perhatian lebih sungguh-sungguh kepada perangkat apa saja yang, dalam cara masing-masing, membantu anda mendekatkan jarak anda hari ini dengan tujuan anda.

Komentar

Postingan Populer